Indonesiaku sekarang

Indonesia yang sekarang, ah… ngeri!

Di negara yang mayoritas penduduknya Islam ini, sekarang banyak banget yang ngotot memperjuangkan Islam yang kaffah, Islam yang sesungguhnya, Islam yang murni (menurut mereka). Bahkan di dalam kengototan itu sering kali berujung pada kekerasan, perusakan, pembakaran sampai dengan penghilangan nyawa. Kengototan yang mereka lakukan parahnya nggak diimbangi pengetahuan agama yang sepadan. Bermodal mendengar ceramah ustadz yang provokatif ditambah membaca buku-buku Islam karangan yang isinya nggak kurang nggak lebih adalah tentang kemarahan, pemberontakan, merasa selama ini paling dizalimi, dll, akhirnya membuat mata mereka seolah-olah melek, seolah-olah mereka tau segalanya mana yang benar dan mana yang salah, seolah-olah mereka harus bangkit mendobrak segala kemunkaran dan berjihad di jalan (sebatas pengetahuan) Islam yang mereka ketahui. Mereka dilupakan terhadap semua pelajaran pendidikan kewarganegaraan dasar yang diajarkan di SD tentang GOTONG ROYONG – KERUKUNAN – TOLERANSI – KEJUJURAN – BUDI PEKERTI – KASIH SAYANG, otak mereka telah dicuci dengan amarah dan kebencian.

Sesekali cobalah iseng memposting sebuah contoh perbuatan intoleransi atau memposting sebuah tindakan kekerasan ormas agama di media sosial. Tanpa dicatat apa komen / jawaban mereka, semuanya pasti akan dapat dihafalkan di luar kepala karena jawaban mereka hanya ada dua dan klise: “dasar Islam liberal, dasar antek amerika, dasar… dasar… dasar….” dan apabila kalian menjawab tentang suatu kebenaran atas apa yang tidak ketahui maka jawaban mereka adalah: “dasar sesat”.

Saya nggak tau apa itu Islam liberal, saya nggak tau apa hubungan pendapat saya yang menginginkan pluralisme dan bhinneka tunggal ika selalu dikaitkan dengan islam liberal. Yang saya tau, islam itu demokratis. Mengajarkan toleransi tinggi tentang untukmu agamamu untukku agamaku. Agama yang menjadi rahmatan lil alamin ini nggak seharusnya dilecehkan dengan kekerasan sebagian ormas yang mengatasnamakannya. Agama ini kerap diidentikkan dengan warna putih (yang berarti suci / bersih) dan hijau (yg berarti kedamaian / kesejukkan), maka jangan kalian lumuri dengan warna darah mereka yang kalian anggap tidak sepaham.

Wahai kalian orang-orang (yang menganggap diri) suci, tahukah kalian bahwa kengototan kalian telah mengganggu ketentraman kehidupan kami? Tahukah kalian bahwa jalan kekerasan yang kalian ambil tidak akan membuat kami simpatik pada perbuatan kalian? Tahukah kalian bahwa Islam itu mengajarkan kedamaian bukan kekerasan? Tahukah kalian Indonesia ini bukan negara Islam?

Negara ini dibangun dari darah. Darah-darah pejuang yang tak peduli apa latar belakang mereka, suku mereka, agama mereka. Kemudian pelan-pelan negara ini dikikis dengan kekerasan. Kekerasan atas nama suku, atas nama agama. Yang paling parah, mereka yang mengatasnamakan agama beranggapan orang-orang yang tak sepaham dengan mereka adalah kafir dan darahnya halal untuk dialirkan. Ada “one” pada kata Indonesia, tapi one itu bukan satu paham, satu suku atau satu ras apalagi satu agama, one itu adalah satu kesatuan yang rukun dan menghargai.

Indonesia…

Waktu itu saya ingat betul kelas 3 sd. Teman sekelas saya ada seorang gadis beragama kristen. Tiap hari sepanjang waktu kami para anak laki-laki selalu mem-bully-nya dengan konsep ketuhanan yang kami anut. Kami para mayoritas selalu tertawa terbahak-bahak tiap teman kristenku itu kehabisan kata atau menangis. Suatu hari sepulang dari sekolah aku menceritakan rutinitasku kepada ibu, ada bapak juga waktu itu yang sedang di rumah. Aku yang begitu bersemangat waktu bercerita harus kaget dengan bentakan bapak “kamu boleh bangga dengan apa yang kamu miliki tapi kamu jangan sombong, jangan memaksakan orang dengan keyakinanmu”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s