Bergerak

Hidup itu seperti apa?

Saya tak tau dari mana harus menjelaskan, tapi hidup itu saya pikir seperti mata minus silinder saya yang harus melihat jarak 100 meter di depan. Buram. Semua serba tak karuan bila masih saja di tempat yang sama saya berdiri sebelumnya. Dari jarak 100 meter itu saya hanya mampu mengira-ira “itu tuh… hmm… anu”.

Hidup seperti itu menurut analogi saya. Saya harus bergerak mendekat agar pandangan saya lebih jelas. Saya harus bergerak mendekat. Saya harus bergerak. Saya harus.

Besok saya harus bagaimana?
Saya harus selalu bergerak.

Bayangkan jika objek yang saya lihat itu adalah objek yang bergerak sedangkan saya masih saja memikirkan dari mana dan kapan saya harus mulai bergerak?

Yang ada saya tertinggal makin jauh dan pandangan saya makin buram tidak karuan.

Saya harus bergerak lebih cepat dari apa yang saya lihat di depan. Karena saya tidak punya kacamata.

Saya butuh kacamata. Tapi ah, saya tak butuh belas kasihan orang lain untuk memberikan saya sebuah.

Saya harus bergerak karena keterbatasan saya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s