Putri

Dan lagi…

Orang-orang yang akan melihat kita bersama mungkin akan merasa iba padamu
Mungkin berbela sungkawa
Bahkan mungkin ikut meratapi kisah pilumu

– Kita harus menikah

: hai apa kemampuanmu?
– Aku bisa merangkai serumpun bunga liar untuk menjadi mahkota yang kau pakai di hari pernikahan kita

: apa kau sudah gila?! Putri seperti aku memakai mahkota dari bunga liar?
– Tapi sayang… bunga-bunga itu mungkin bunga liar tapi bukan bunga buangan. Mereka hanya serumpun keindahan yang jarang orang peduli

: apa kata orang nanti?
– Orang mungkin akan berkata tentang betapa cantiknya kamu

: dengan bunga liar? Di mana otakmu?
– Kebanyakan mereka adalah orang-orang biasa yang terlalu mainstream. Mereka mungkin tak mengerti sebuah kecantikan bahkan ketika harum semerbaknya melintas depan hidung mereka pun, mereka tetap bergumam dalam cacian. Percayalah, semua akan baik-baik saja.

: sekarang aku harus percaya padamu dibanding anggapan orang banyak?
– Ya

: kamu tak pernah peduli padaku, pada anggapan orang tentangku, pada semua cibiran orang tentang kita
– Tenang, orang hanya berusaha melihat dari segala sisi burukmu. Mereka buta pada kebahagiaan yang kamu rasakan.

: arrgggh, terserahlah. Aku muak dengan segala pemikiranmu yang selalu menggampangkan setiap masalah tentangku!
– Jadi benar semua ini tentang kamu? Hehehe

Berbahagialah kamu dengan segala yang kamu cari, putri cantikku.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s