Sekelumit Kenyataan

Benda yang aku belikan untukmu tempo dulu masih ada?
Sudah larut bersama air mataku

Rasa cinta yang dulu begitu membara untukku apakah masih ada di dadamu?
Masih, tapi aku hampir tak mampu membedakan apakah ini marah membara ataukah cinta yang membara

Kamu yang dulu selalu menantiku dengan doa apakah masih setia dengan semua rapalan itu?
Doaku selalu untukmu, namun…

Namun kenapa?
Aku harus mampu melupakan segala tentang kita. Aku harus berlari menjauhi fatamorgana yang selama ini justru selalu kukejar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s