Menjadi Liverpudlian Saat Ini

Sakit hari ini akan menegarkanmu pada sakit yang sama dikemudian hari.

Entah kalau mendengar kalimat bijak itu yang terbayang adalah tentang rasa sakit hati dan patah hati. Seseorang itu memang harus benar-benar pernah mengalami rasa sakit yang mendalam agar dikemudian hari lebih kuat saat mendapati cobaan yang sama. Tapi dibalik itu, pasti akan ada rasa kebahagiaan extra bila suatu saat kesuksesan itu muncul setelah masa-masa pesakitan. Dan yang pasti, kesuksesan adalah suatu kepastian (yang mungkin tertunda).

Contoh konkrit seluruh uraian diatas yang benar-benar terjadi pada saya adalah kecintaan saya pada Liverpool. Mereka bilang “jangan terlalu cinta, nanti patah hatinya sangat sakit”, saya terlalu cinta pada klub ini tapi Liverpool FC tak pernah membuat saya menyerah. Sering dikecewakan pada hasil pertandingan, pernah patah hati yang mendalam pula saat Michael Owen (yang notabene duetnya bersama Fowler menjadi alasan pertama saya mencintai klub ini) pindah di musim panas 2004. Tapi rasa patah hati dan kecewa yang sangat dalam adalah pada awal 2010 saat Fernando Torres hengkang. Dua orang yang saat itu menjadi icon, sukses menjadi “obat kuat” dalam mencintai klub ini. What doesn’t kill will make you stronger.

Kemarin, interview Luisito El-Pistolero Suarez yang “dipelintir” media seolah memutar kembali rekaman kenangan sakit hati terdahulu, dan memang ternyata rasa sakit terdahulu telah membuat hati ini lebih tegar. Bila suatu saat Suarez benar memutuskan hengkang, biarkan itu menjadi pelajaran buat adik-adik yang baru menggemari klub ini. Tapi tenang, rasa sakit itu tidak akan lama kok.

Mudah-mudahan semua itu tidak nyata, dan Suarez mau mengambil hikmah dari perginya dua ujung tombak yang pernah menjadi icon. Owen yang hampir bisa dikatakan pensiun di masa produktifnya setelah hengkang, atau Torres yang mandul setelah pergi, saking mandulnya bahkan dia tak dapat mengalahkan deretan angka umurnya atas 2 tahun kepindahannya ke Chelsea (29 tahun, 28 gol).

So, Suarez, bijaklah. Bila kamu memutuskan pergi, kamu justru akan memuluskan jalan icon-icon baru yang akan bermunculan. Percayalah, kami akan tetap move on dan masa depan(mu) masih akan tetap menjadi misteri tuhan. It’s your choise, minta dikenang sebagai penghianat atau sebagai legenda? Anggap saja perlakuan “berbeda” dari publik, wasit, FA dan media Inggris sebagai ujian, bila lolos tentu akan naik kelas/ level.

Apapun yang terjadi besok, saya tetap Liverpudlian.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s