Oh Sepakbola Indonesia

Sepakbola itu olahraga paling bijaksana sekaligus paling kejam. Bijaksana tatkala melihat begitu banyak pelajaran sportifitas terdiri di dalamnya. Namun semua dapat seketika berubah ketika ego masuk dan merusak sisi bijaksana tadi, bagaimana seorang pelatih yang telah menghadirkan dua piala penghias kabinet dalam waktu kurang dari setahun harus dengan sadisnya dipecat karena 3 hasil pertandingan kurang memuaskan, Di Matteo. Atau bila kurang kejam silahkan tengok sepakbola Indonesia. Kejam sadis combo!

Nggak pernah ngerti sama pola pikir orang yang begitu fanatik dengan salah satu dari dua versi PSSI. Apa yang begitu diagungkan dari KPSI? Tokoh belakang layarnya adalah seseorang yang gagal di dunia politik, dulu gagal jadi walikota, gagal jadi gubernur kemudian berkoalisi menjadi tim sukses salah satu calon dan di saat akhir dengan liciknya membelot ke calon yang lain. Sang pemenang yang merasa berhutang budi akhirnya memberikan sejumlah proyek yang kebanyakan mangkrak hingga saat ini, belum cukup di situ, yang terbaru dia mencalonkan diri pada presiden sebagai Menpora menggantikan Andi M. Lalu apa senjata utama andalannya? Kompetisi liga.

Bagaimana dengan PSSI yang sekarang? Sama busuknya dengan era sebelumnya! Serasa de javu, penyakitnya hampir sama, mulai dari
– plin-plan: sering gamang membuat keputusan, keputusan yang sudah diambilpun tidak dijalankan secara konsisten.
– nggak becus bikin kompetisi: bagaimanapun juga timnas adalah interpretasi dari hasil kompetisi, kita tak mau hasil 10-0 dari Bahrain terulang kembali. Malu-maluin, masa dari 230 juta orang milih 23 bakat potensial kesusahan? Kompetisi berjenjang harus diutamakan. Adik-adik kita rutin berprestasi di Danone Cup, bahkan sering jumawa dievent kompetisi bakat muda internasional, tapi apa yang terjadi saat mereka kembali ke dalam negeri? Mangkrak. Bakat mereka tersia-sia karena memang tak ada kompetisi di jenjang umur mereka. Kita punya bakat besar + banyak tapi kompetisi amburadul = 0 BESAR!
– Masih banyak lagi keburukan dari PSSI yang sekarang.
Apa senjata utama andalannya: Legalitas.

Pergantian rezim seolah-olah menjadi ajang balas dendam bagi mereka yang dulu sakit hati dan kemudian sekarang jadi pemenang. Begitu pula kompetisi liga negeri kita, korbannya adalah bakat-bakat pemain. Djohar yang dulu membentuk KPSI mengusung LPI yang di era NH dicap ilegal, sekarang keadaan berbalik, LPI legal dan LSI yang dianggap warisan era NH dicap ilegal. Tapi sayangnya LPI adalah liga prematur, pemainnya belum punya pengalaman kompetisi dan caps timnas. Dan pemain muka lama yang memiliki jam terbang tinggi dan setumpuk caps timnas sudah lekat dengan LSI. PSSI keukeuh pemain LSI ilegal masuk timnas walau dulu sempat diijinkan kemudian dilarang lalu diijinkan kembali (PLIN-PLAN). Hasilnya 0-10 Bahrain.

Selain rezim dan kompetisi, suporter juga terpecah. Masih inget beberapa tahun belakang saat ramai-ramai dukung Nurdin Halid mundur? Semua kompak satu suara tapi anehnya saat keingininan mereka terpenuhi mereka membelah diri. Yang masih trauma dengan era NH kemudian memihak di kubu PSSi yang resmi, sedang yang belum puas pada kepemimpinan Djohar Arifin dan buta kedaerahan karena klub lokalnya berlaga di ISL kemudian memihak PSSI tandingan (KPSI).

Elo pada kenapa sih? Mereka yang elo dukung itu sama aja! Yakin kalo KPSI lebih baik dengan LSI yang akrab oleh pengaturan skor, cacat wasit dll??? Joko Driyono itu mafia lama lho. Atau, yakin PSSI sekarang adalah yang “bener”? Lah bikin keputusan sama kompetisi aja masih kacrut.

Ciyaaaaan deh elo yang fanatik buta memihak salah satu dari penjahat-penjahat bola itu.

Entah apapun versinya, tetapi mereka yang berlaga dengan bangga memakai kostum merah putih, dengan logo garuda, dengan lagu kebangsaan sebagai pembuka adalah tugas kita mendukungnya.

One thought on “Oh Sepakbola Indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s