Ibu Segala

Sebuah puisi Gus Candramalik

Jika ada yang hidup bukan untuk hidupnya sendiri, yang rela mati bukan demi dirinya sendiri, ia pasti seorang Ibu.

Ingin aku menjadi Ibu. Selalu hadir untuk anak-anakku. Meski kutempuh sepanjang hayat, hanya gagal yang kudapat.

Banggalah kau, duhai Ibu. Berbesar hatilah. T’lah jelas bagimu ke mana kembali, hanya ke Pelukan Ilahi Rabbi.

Tak pernah ada perempuan yang gagal menjadi Ibu. Sejak melahirkan anaknya, ia Ibu selama-lamanya. Ibulah Cinta, Ibu segala Cinta.

Ayah bisa saja mati, Ibu selamanya abadi.

Aku anak Ibuku. Anak-anakku, kalian anak-anak Ibumu. Takzimlah. Apa pun yang Ibu anugerahkan pada kalian, pastilah itu Cinta.

Ibu pasti mengerti anak-anaknya, ia hanya tak mengerti mengapa pada mereka tetap mencinta.

Apa pun yang kuperbuat, Ibu menemanimu sampai tamat. Meski mulanya kau tolak, percayalah: akan kauterima Ibumu kelak.

Selamat pagi, Ibu. Selamat sepanjang hari, sepanjang malam. Selamat selamanya. Walau darimu aku pergi, hanya padamu aku kembali.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s