Pelawan Arah

Hai kamu, apa kabar?
Banyak berita tentang kamu yang telah kudengar, sahabat kamu telah banyak sekali bercerita. Tapi akhir-akhir ini aku berusaha menghindari rasa penasaran tentang kamu, bukan karena aku berhasil melupakanmu namun karena aku yang tidak mau berharap banyak, aku hampir lelah bersahabat dengan kecewa.

Dulu, kita sama-sama seperti pemabuk darat yang suka berpetualang. Kita sering mengabaikan resiko selama perjalanan kita. Sama-sama bodoh! Aku selalu mengurusi plastik muntahanmu selama perjalanan dan aku selalu mondar mandir toilet untuk menuntaskan mualku. Hahaha.

Dan masih banyak resiko-resiko yang kita acuhkan. Eh tapi tak terlalu banyak juga sih, tapi fatal.

Contohnya:
Udah tau gak dapet restu. Masih aja maksain buat jalanin. Akhirnya kandas juga.

Udah tau kamu emang ramah sama banyak orang. Masih aja aku
cemburuan.

Dan ada beberapa lagi.

Kamu tau, aku selalu takluk pada lengkung senyummu, pada deretan gigi rapih yang sesekali terlihat itu aku luluh. Namun semua yang aku kisahkan ini sekarang hanyalah sejarah yang kadang terkenang olehku, jikapun kembali kamu tak akan seperti orang yang sama seperti yang aku ajak berpetualang dulu. Kamu kenangan manis, biarlah seperti itu.

Dan aku akan selalu mengenangmu dengan manis.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s