25 coy!

Mari kita awali postingan ini dengan ber-“hmm…” bersama-sama

hmm…

Kemarin adalah hari buatku bertapa, bukannya sok kejawen atau sok keren tapi emang gue seharian tidur. Enggak deng, tapi bertapa. Kemarin itu entah disadari keluarga gue atau enggak gue tuh lebih banyak diemnya. Diem ucapan, perbuatan, dan gerakan. Diemlah pokoknya.

Tapi diem bukan sembarang diem, diem yang ini karena gue berusaha nginget-nginget apa yang kemarin gue perbuat pada tiap-tiap jam, kemarinnya lusa dan kemarin-kemarin-kemarin yang lain sampai ke titik gue kelupaan dan nggak inget lagi.

Hasilnya?

Yang gue inget kebanyakan sering gue buang percuma. Kalo nggak tidur pasti nonton tv atau kegiatan nggak jelas lainnya. Kemudian gue nyoba menelaah (beuh bahasanya :p ) selama ini tuh hobi kebiasaan yang paling gue senangi dan yang paling menyesatkan apaan sik?

Hasilnya?

Gue menemukan diri gue merasa beruntung banget punya hobi membaca, walaupun gue nggak seberuntung orang-orang di sana yang punya kemampuan luar biasa dalam hal menulis tapi seenggaknya gue beruntung banget bisa hobi membaca karena lebih mengasah empati gue terhadap dunia. Dalam diam terdapat banyak kata-kata, nah masalahnya gue terlalu datar buat menceritakannya dalam tulisan apalagi dunia nyata😀

Kemudian hobi paling menyesatkan gue adalah emm apa ya… selain suka nyasar gue juga kadang terlalu gampang menilai orang, sering benernya sih tapi kan kita tetep nggak boleh menilai orang, biar nggak suudhon tapi sesekali boleh lah biar mawas diri.

“Bertele-tele banget dah tulisannya, nggak jelas arahnya kemana”. Ya emang sengaja nyet! Gue nulis ini juga langsung di wordpress for android dan nggak pake draft, lagipula tadi kan gue udah bilang gue nggak pandai bercerita.

Oke piss, man. Lanjut.

Yang mau gue omongin adalah hari kemarin itu adalah ultah gue yang ke…😥 25 tahun.

Kenapa gue ngasih emoticon😥 ? Ya karena gue ngrasa belum apa-apa aja di usia sekian. Sehari sebelum gue ultah settingan FB udah gue ubah biar orang lain nggak bisa ngasih posting di wall gue, biar mereka nggak bisa ngasih “Hbd, selamat ultah, selamat milad, dllsb”. Hal ini disebabkan karena gue masih berkabung atas kematian temen kuliah gue yang meninggal di usia sangat muda, 23 tahun. Di saat kematiannya dia udah bertitel PNS dan udah bisa lah buat dibangga-banggain orang tuanya, nah gue? Selain itu gue juga nggak mau orang lain menyelamati gue karena umur gue yang berkurang setahun. Biar nggak dikata tua juga sih hahaha

Kadang gue berusaha nggak membandingkan segala sesuatu supaya gue nggak minder dan merasa terkucilkan, apalagi merasa hina. Kadang gue ngrasa iri juga dengan pencapaian orang lain di usia mereka, apalagi kalo umurnya di bawah gue. Tapi gue tetep harus merasa besar dan kuat, gue yang sekarang emang masih nothing tapi ini cuma sementara. Gitu sih trik gue ngatasi rasa jealous. Hahaha

Oiya, gue juga mulai membanyakkan ketawa, senyum dan ceria juga biar nggak cepet tua. Malam ini tadi gue membandingkan wajah ibu gue dan bu RT yang sepantaran umurnya. Ibu gue masih menawan karena sering senyum ketawa ramah dibanding bu RT yang sering ditekuk cemberut mukanya.

Apalagi ini yang mau gue tulis? Hah?

Oiya, tadi gue ngasih ST ke pak kyai. Hahaha maklum umur, biar ngurangin dikit dosa lah. Hahaha lagi

Oke deh akhiri aja deh postingan ini dengan doa pribadi gue: semoga Angga yang di masa depan lebih sukses, sehat dan bijaksana daripada Angga yang ada di masa lalu. Mudah-mudahan dapet jodoh barokah dan kehidupan gue selalu bahagia. Amiin. Hehehe.

Sekian.

image

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s