Fata

Kamu hanyalah sebuah ilusi bernama kebahagiaan.

Kita kerap diposisikan pada sebuah gurun. Aku pengembara kehausan. Mimpiku tak muluk. Tegukan setetes.

Kamu selalu hadir menenteramkan. Seringnya keberadaanmulah yang ku tuju. Aku begitu terbuai pada saat yang belum terjadi. Pertemuan kita.

Aku bernafsu mengejarmu. Hilang akalku. Kutepikan kesadaranku. Kukayuh dengan tergesa khayalanku.

Itu kamu yang melambai di ujung horison. Itu kamu arah yang kutuju. Itu kamu yang kulihat tampak nyata. Itu kamu.

Fa(n)ta(si) (ber)mor(fin)gana(s) yang membuaiku.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s